Cetak
Oleh : Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Jatim
Selasa, 03 Mei 2011
Usai dilakukan perjanjian kerjasama antara pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PU, Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Jatim, dan Pemkab Sampang tentang pengadaan air bersih di Pulau Mandangin, kini proyeknya sudah mulai dilakukan.Targetnya, air bersih bagi warga di Mandangin ini bisa mulai didistribusikan pada akhir tahun 2011.Kepala Bidang Air Bersih dan Pengelolaan Lingkungan Permukiman Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Jatim, Ir Moh Anwar MM saat dikonfirmasi, Selasa (3/5) mengatakan, selama ini warga Mandangin masih kesulitan memperoleh air bersih. Untuk mendapatkannya harus menggunakan sistem tadah hujan dan jika musim kemarau, mereka harus membeli air dari daratan Sampang.
Untuk mendapatkan air tawar, selama ini warga juga mendatangkan air dari luar Mandangin dan membeli air per timba atau sekitar 10 liter air bersih seharga Rp 500 dan per meter kubik seharga Rp 50 ribu. Dengan kondisi itu, menurut dia, sudah selayaknya warga di Mandangin kini diberikan bantuan untuk bisa mengakses air bersih lebih mudah.
Dalam kontrak kerjasama pengedaan air bersih di Mandangin itu disepakati oleh pemerintah pusat yang diwakili oleh Ir Danny Sutjiono selaku Direktur PAM Dirjen Cipta Karya Kementerian PU. Dari Pemprov Jatim diwakili oleh Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Jatim, Ir Budi Susilo dan Pemkab Sampang diwakili oleh Bupati Noer Tjahja.
Adapun proses yang dilakukan dalam proyek penyediaan air minum ini adalah dengan sistem penjernihan air laut dan mengubahnya menjadi air tawar yang dapat dikonsumsi. Ini karena potensi air di Mandangin hanya didominasi oleh air laut.
Adapun bantuan dari pusat yang dianggarkan dari APBN, yakni berupa unit air baku berupa bangunan pengambilan air yang mampu memproduksi air 10 liter per detik. Selian itu,  unit produksi berupa teknologi sesuai dengan kondisi air baku dengan bangunan pelengkap, serta unit distribusi berupa reservoir (volume dan elevasi disesuaikan dengan perhitungan hidrolis).
Bantuan dari Pemprov Jatim yang dialokasikan dari APBD Provinsi, yakni berupa genset 200 KVA, jaringan distribusi utama sepanjang 2800 meter dengan diameter pipa 4” dan dan 3000 meter dengan diameter pipa 6” untuk jenis pipa HDPE, serta depo air minum sebanyak lima unit.
Sedangkan bantuan dari pemkab Sampang, yakni berupa pembangunan jaringan distribusi pembagi sepanjang 3000 meter dengan diamenter pipa jenis HDPE ukuran 3” yang dialokasikan dari APBD Kabupaten Sampang 2011-2012. Selain itu, untuk 2011 juga akan dibuatkan 500 unit sambungan langsung dan pada 2012 ditambah sebanyak 2000 unit sambungan langsung. (afr)