3159108272_a2fe373bf3

Kemajuan sebuah kota sangat dipengaruhi oleh pribadi-pribadi yang mendiaminya. Seperti di Jakarta, Bandung, Bali, Surabaya. Semakin multi etnis multi budaya, beragam keunikan dan keahlian menjadikan sebuah kota menjadi lebih hidup dan dinamis. Tidak ada yang merasa menjadi tuan rumah dan mengganggap kota ini adalah warisan leluhurnya, dan orang lain hanya numpang.

Semakin beragamnya penghuni kota juga menciptakan suatu iklim kompetisi yang sehat diberbagai bidang. Hanya yang cerdas, dan mau bekerja keras lah yang akan berhasil. Tidak berlagak seperti preman yang memalaki pendatang sedangkan human resourchesnya sendiri paspasan. Tapi ternyata masih ada juga kota yang menjalankan kehidupannya seperti perusahaan keluarga. Bapak disini, kakak dan adik kerja di kantor sebelah paman jadi konsultan, sepupu kontraktor, adik ipar jadi pengawasnya. Belum lagi di birokrasi yang menyangkut jabatan. Hanya saudara, family, orang dekat, atau paling tidak orang luar yang sudah jadi menantu yang akan cepat terorbit. Hanya satu bahasa yang bisa diterima untuk menembus lingkaran itu. UANG. Kata benda yang mampu membuat orang lain jadi saudara atau saudara jadi orang lain.

Berharap kota ini lebih maju atau semakin banyak orangorang berpotensi mencari wadahnya yang lebih kondusif mengapresiasi perbedaan.

3366918939_f2406a8411