Pilgub ulang sudah selesai dilaksanakan, Menurut survei LSI Karsa mendapatkan 60% suara, Kaji 40%. Hasil hitungan di tingkat PPK pun untuk kabupaten Sampang Karsa unggul, Kaji hanya menang di 1 kecamatan. Di kabupaten Bangkalan tidak jauh beda. Tidak merubah hasil akhir siapa yang berhak menjadi cagub dan cawagub Jatim. Bayangkan, proses ini kabarnya menghabiskan dana 20 milyar loh, dan tidak kelihatan hasil fisiknya.

Tentu hal ini menjadi catatan, apakah label adanya kecurangan di hampir semua kabupaten di Madura, kecuali Sumenep, sudah tepat sasaran. Sebagai warga madura, keputusan MK yang mengharuskan penghitungan ulang dan coblos ulang, sudah mengusik harga diri orang Madura, sepertinya kita tak bisa ‘jujur’ dalam proses pemilihan pimpinan daerah.

Sebenarnya kalau kita mau jujur, di bagian mana sih, di republik ini yang tidak terjadi kecurangan dalam proses pemilihan? Mulai tingkat desa sampai pemilihan presiden semua calon tak ada yang benar benar jujur berkompetisi, aroma money politic dan black campaign selalu ada. Dan pihak yang kalah selalu menjadikannya alasan untuk melakukan gugatan, alihalih mengakui kekalahan dan memberikan selamat.

Semoga setelah pengumuman hasil tetap yang akan diumumkan sebentar lagi, tidak ada lagi Pilgub Jatim episode 4, malu sama obama….🙂.