apel1

Bulan ini penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil, mulai marak diadakan di beberapa daerah. Seperti tahun-tahun sebelumnya, banyak kalangan masyarakat yang antusias menyambutnya. Dengan berbagai motivasi yang beragam.
Seperti UMPTN, tidak sedikit para pesertanya mempersiapkan diri dengan belajar sendiri dari latihan soal, baik fotokopian ataupun dari file pdf di komputer, maupun lewat bimbingan belajar yang kini banyak tersedia. Ikut tes dengan modal untung-untungan atau siapa tahu lolos, tanpa persiapan akan mempersempit kesempatan untuk diterima, apalagi jika hanya dibutuhkan 1 orang untuk 1 posisi, persaingan akan semakin keras.
Mungkin hal yang perlu disyukuri saat ini, sistem rekrutmen semakin transparan sehingga kesempatan orang untuk melakukan kolusi dan nepotisme semakin sulit. Semuanya depend on your own hands. Jangan pernah tergiur untuk menggunakan jasa pihak ketiga, karena mereka tidak akan pernah menjamin seorang calon bisa diterima.
Tidak berlebihan bila, PNS sudah merupakan salah satu Indonesian Dreams saat ini. Ditengah sedikitnya kesempatan kerja dan lapangan kerja yang menjanjikan keamanan, kenyamanan dan juga career path yang jelas, menjadi seorang PNS seakan merupakan jalan keluar yang cukup “pintas”. Ya, bisa dikatakan pintas karena dengan “hanya” lulus tes CPNS seakan satu kaki sudah menjadi PNS, tinggal tes kesehatan yang tidak terlalu rumit (asal bukan pemabuk n pemakai narkoba) dan menunggu pra jabatan yang juga hampir 99% lulus (asal tidak bolos atau berprilaku kriminal selama mengikutinya).
Juga dengan persyaratan yang cukup mudah, umur sampai 35 tahun, sudah menikah tidak apa-apa, apalagi bila sudah punya anak malah langsung dapat tunjangan anak dan istri, tidak dituntut pengalaman kerja, tidak harus bisa berbahasa inggris aktif apalagi mandarin, punya sim A atau C tidak ditanyakan (tapi kalo udah jadi mending punya, biar bisa menggunakan fasilitas kantor), pokoknya nggak seribet kalo kita mau kerja ke perusahaan swasta misalnya bank atau perusahaan asing.
Masalah gaji, nah ini yang mungkin juga menjadi salah satu daya tarik. Untuk Gol. III, lulusan sarjana, meskipun tidak banyak tapi masih diatas UMR lah. Belum lagi dengan adanya tunjangan yang cukup membantu. Yang paling bisa aku rasakan manfaatnya adalah ketika istri melahirkan dan ketika anak-anakku sakit, dengan adanya asuransi kesehatan biaya pengobatan bisa di-cover. Tapi aku berharap tidak pernah menggunakan Askes lagi, yang artinya keluargaku sehat-sehat saja, amiiin. Selain itu ada kepastian kenaikan gaji secara berkala dan kepastian mendapat pensiun tentunya.
Untuk temen-temen lama di P*. **DR* K*RY*, aku ucapkan selamat berjuang bagi yang berminat jadi PNS, semoga bisa lolos jadi anggota korps coklat keki.