Alhamdulillah, akhirnya selesai sudah rumah ini. Dan sudah kami huni mulai akhir bulan april 2011. Masih banyak yang belum sempurna, tapi nggak papa dibenahin pelan pelan daripada ngontrak rumah lagi..

 

Bila anda terbang dari Surabaya menuju Makassar atau sebaliknya, kemungkinan besar anda akan melihat pulau kecil unik ini. Namanya Mandangin. Pulau yang menurut tulisan di internet hanya memiliki luas kurang dari 2 km2 ini, memiliki pemukiman penduduk yang sangat-sangat padat. Tidak hanya dari google earth, dari atas pesawat yang melintas di sekitarnyapun terlihat demikian.

pulau mandangin

Koordinat pulau Mandangin adalah 7°18′35.81″S dan 113°12′54.74″E. Dari wilayah sekitarnya, pulau ini berada di sebelah selatan pulau madura, tepatnya di Kabupaten Sampang. Menurut info dari dunia maya, waktu tempuh dari pelabuhan terdekat yakni pelabuhan Tanglok menuju pulau ini hanyalah 30 menit dengan jarak kurang dari 10 km saja.

Menurut salah satu situs berita, penduduk di pulau ini mencapai 15 ribu jiwa, atau bila luas resmi pulau tersebut hanyalah 1.65 km2, maka tiap km2 memiliki penduduk 9090 jiwa. Atau tiap 110 m2, berisi 1 orang penduduk.

Kurang banyak ? Coba bandingkan dengan Pulau Jawa yang dari beberapa literatur yang sudah pernah saya baca (maaf lupa sumbernya), adalah “the most densely populated on earth”. Dari wikipedia, luas wilayah jawa adalah 132000 km2 dengan jumlah penduduk 124 juta (entah pada tahun berapa). Dengan hitungan kasar, tiap km2 jumlah penduduknya adalah 939 orang, atau tiap 1064 m2 terdapat satu orang penghuni. Ya, antara 110 dengan 1064, hampir 10 kali lipat lebih padat dibandingkan pulau jawa.

Cetak
Oleh : Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Jatim
Selasa, 03 Mei 2011
Usai dilakukan perjanjian kerjasama antara pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PU, Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Jatim, dan Pemkab Sampang tentang pengadaan air bersih di Pulau Mandangin, kini proyeknya sudah mulai dilakukan.Targetnya, air bersih bagi warga di Mandangin ini bisa mulai didistribusikan pada akhir tahun 2011.Kepala Bidang Air Bersih dan Pengelolaan Lingkungan Permukiman Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Jatim, Ir Moh Anwar MM saat dikonfirmasi, Selasa (3/5) mengatakan, selama ini warga Mandangin masih kesulitan memperoleh air bersih. Untuk mendapatkannya harus menggunakan sistem tadah hujan dan jika musim kemarau, mereka harus membeli air dari daratan Sampang.
Untuk mendapatkan air tawar, selama ini warga juga mendatangkan air dari luar Mandangin dan membeli air per timba atau sekitar 10 liter air bersih seharga Rp 500 dan per meter kubik seharga Rp 50 ribu. Dengan kondisi itu, menurut dia, sudah selayaknya warga di Mandangin kini diberikan bantuan untuk bisa mengakses air bersih lebih mudah.
Dalam kontrak kerjasama pengedaan air bersih di Mandangin itu disepakati oleh pemerintah pusat yang diwakili oleh Ir Danny Sutjiono selaku Direktur PAM Dirjen Cipta Karya Kementerian PU. Dari Pemprov Jatim diwakili oleh Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Jatim, Ir Budi Susilo dan Pemkab Sampang diwakili oleh Bupati Noer Tjahja.
Adapun proses yang dilakukan dalam proyek penyediaan air minum ini adalah dengan sistem penjernihan air laut dan mengubahnya menjadi air tawar yang dapat dikonsumsi. Ini karena potensi air di Mandangin hanya didominasi oleh air laut.
Adapun bantuan dari pusat yang dianggarkan dari APBN, yakni berupa unit air baku berupa bangunan pengambilan air yang mampu memproduksi air 10 liter per detik. Selian itu,  unit produksi berupa teknologi sesuai dengan kondisi air baku dengan bangunan pelengkap, serta unit distribusi berupa reservoir (volume dan elevasi disesuaikan dengan perhitungan hidrolis).
Bantuan dari Pemprov Jatim yang dialokasikan dari APBD Provinsi, yakni berupa genset 200 KVA, jaringan distribusi utama sepanjang 2800 meter dengan diameter pipa 4” dan dan 3000 meter dengan diameter pipa 6” untuk jenis pipa HDPE, serta depo air minum sebanyak lima unit.
Sedangkan bantuan dari pemkab Sampang, yakni berupa pembangunan jaringan distribusi pembagi sepanjang 3000 meter dengan diamenter pipa jenis HDPE ukuran 3” yang dialokasikan dari APBD Kabupaten Sampang 2011-2012. Selain itu, untuk 2011 juga akan dibuatkan 500 unit sambungan langsung dan pada 2012 ditambah sebanyak 2000 unit sambungan langsung. (afr)

Infonya disini http://www.bkd-sampangkab.net/

selamat mencoba semoga lulus…

PondasiAlhamdulillah, .. keinginan untuk mempunyai rumah sendiri sudah dimulai, tepatnya sebelum hari raya tahun 2010. Meski dengan keuangan yang terbatas tapi lumayan lah sudah kelihatan ujud fisiknya. Berada di lingkungan Perumahan Permata Selong akhirnya menemukan juga posisi rumah yang diidamkan, dekat pintu masuk perumahan, dalam lingkungan yang belum terlalu ramai, dan mempunyai halaman luas nantinya. Sebenarnya bukan halaman rumah sendiri sih, tapi halaman sekolah TK yang tepat di depan rumah. Jadi pandangan lebih bebas dan kesegaran udara juga dapat. Apalagi bila suatu saat nanti bikin acara atau banyak tamu dari luar kota yang bawa mobil, gak bakalan repot dengan tempat parkir. Dengan luas tanah 8.50×14 meter, sudah terasa cukup untuk keluarga dengan dua anak kembar. Dengan sedikit modifikasi pada denah asal, maka kebutuhan ruang sudah tercukupi dengan luasan terbangun sekitar 80 m2. Sekarang jadi kendala adalah biaya yang membengkak karena bertambahnya luasan dan peningkatan mutu bangunan. Karena kalo mengandalkan mutu bangunan dari developer paling banter bangunan hanya kelihatan bagus dalam satu tahun, setelah itu perlahan lahan akan rusak disana sini. Semoga rumah ini selesai tahun depan dengan kondisi finishing 100%. Kalaupun belum, juga gak papa kan masih bisa ngontrak lagi. Yang penting sudah punya rumah suatu saat.., semoga, amiieen.

Kadang orang mengartikannya tanda yang ada ditangan, suratan takdir, garis hidup. Yang setiap orang mempunyainya dan nggak ada yang mirip atau sama. Kadang ada pula yang mengartikannya tanda yang menggunakan tangan ketika akan melakukan gerakan membelok saat mengendarai mobil atau sepeda motor bila lampu sign mati. Tapi sebagian besar mengartikannya coretan yang  tetap dalam bentuk, arah, tekanan, dan selalu dapat diulang dengan presisi. Kadang coretan itu ada yang rumit hingga orang lain sulit menjiplaknya, ada yang asal saja, tarikan garis sederhana. Beberapa orang mempercayai tanda tangan akan membawa hoki/keberuntungan dan dapat dibaca kepribadian seseorang dengan membacanya.

Yang jelas, banyak hal hal penting dan bersejarah dimulai dengan tanda tangan. Tapi tidak sedikit yang terjerumus dengan tanda tangan. So… hati hati ketika membubuhkan tanda tangan.

Pagi-pagi setelah apel, sudah dapat sepucuk surat warna coklat dengan kop Polda Jatim Resor Sampang. Surat apalagi ini.., ternyata surat panggilan sebagai saksi untuk dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan. Wuih serem banget, siapa yang korupsi nih??? kok tiba-tiba jadi saksi. Sudah dua kali ini, aku melihat surat panggilan kepolisian. Sebelumnya beberapa waktu lalu istriku juga dapat surat serupa, dengan dugaan serupa tapi dalam pengadaan barang dan jasa. Hampir 3 jam aku nungguin di polres, karena istriku nggak siap mental sendirian. Eh.. sekarang aku sendiri yang diundang Kasat Reskrim.

Sepertinya sudah menjadi hal yang biasa, PNS yang diberi tugas untuk menjadi pengawas lapangan/PTP, panitia pengadaan, dan lain-lain yang berhubungan dengan uang akan selalu bersinggungan dengan masalah hukum. Padahal beban tugas itu tak satupun yang merupakan permintaan dari staf yang ditunjuk. Kebanyakan karena SK tugas dari kantor. Apabila boleh memilih pasti nggak akan ada yang mau diberi beban tugas tersebut, karena ongkos mental tak pernah tercover dalam honorarium sebagai pengawas maupun panitia pengadaan BJ yang tak seberapa. Bekerja dengan benar saja masih diperiksa apalagi menyalagunakan wewenang.

project

Musim proyek telah tiba. Seperti biasa, pekerjaan akan disibukkan dengan pengawasan, pembuatan bobot pekerjaan, pembuatan termin, menghadapi tukang yang kadang nggak ngerti gambar, pemborong yang pinpinbo (pintar-pintar bodoh) yang tahunya termin cair, PPTK yang ikutan maksa untuk ngatrol bobot, karena udah terima uang duluan, pemeriksaan Inspektorat yang minta pekerjaan sesuai spesifikasi RAB, pekerjaan yang molor nggak selesai-selesai, dan seabgreg masalah yang selalu sama tiap tahun.

Sulit mengharapkan kualitas bangunan yang baik, tiap tahun mutunya sama saja. Jangankan sampai 50 th kekuatan bangunan yang diharapkan, baru 5 bulan aja sudah harus direhab sana sini. Semuanya bagai lingkaran setan. Kontraktor berasalan uang yang diterima tidak sesuai dengan apa yang ada di RAB, harus bayar fee bupati, kepala dinas, uang keamanan, uang partisipasi, belum lagi ada “gandolan” yang lebih kerennya disebut konsorsium, intinya 1 proyek di kerjakan lebih dari 1 kontraktor, celakanya yang kerja akhirnya tetap satu yang lainnya cuma ambil fee nya juga. Jadi potongan dari nilai RAB sudah tinggal sekitar 60%. Bagaimana menuntut bangunan hasilnya berkualitas 100% kalau uang yg diterima cuma 60% itu belum keuntungan pemborong loh.

Ujung-ujungnya pengawas yang jadi sasaran, terlalu menekan kontraktor bekerja sesuai RAB akan dimusuhi  kontraktor, tidak ditekan, pengawas yang jadi bulan bulanan pemeriksaan BPK dan Inspektorat, sedang Kepala Dinas nya bisa berlindung dibalik staf yang jadi pengawas, padahal yang dapat uang fee beliau-beliau juga.

Mungkin sudah saatnya uang-uang fee ditiadakan. Dilakukan tender bebas dalam pengadaannya jadi kontraktor yang berkualitas aja yang dapat kerjaan. Tapi biaya ikut pilkada kemarin kan nggak sedikit, kalo mengandalkan gaji 5 tahun nggak kira nutup. Belum lagi tim sukses juga minta jatah proyek. Huh.. bener-bener lingkaran, setan !!!

Semoga Bangsa ini menjadi Bangsa yang besar dan terus maju

merdeka

Kemarin, berarti minggu tgl 16/08/09 aku dapat tugas survey ke pulau mandangin, pulau kecil dan padat penduduk yang ada di sebelah selatan kota sampang. Setelah 1 jam perjalanan pake kapal motor, (masih tradisional) sampai juga akhirnya ke lokasi. Dengan kepala yang sedikit pening, ombaknya lumayan bikin pusing.

Sampai lokasi setelah melakukan cek gambar dan bangunan, akhirnya saat yang ditunggu-tunggu datang, makan siang khas pulau mandangin. Pesta seafood…, ehm yummy… kayaknya beras lebih mahal disini dibanding lauknya.

Jam 12 kami kembali pulang dengan perut yang sudah kenyang. Saat di kapal langsung tidur, daripada pusing kayak berangkatnya🙂

dermaga mandangin

pesisir mandangin

Kategori

Desember 2016
S S R K J S M
« Mei    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Tulisan Teratas

Klik tertinggi

  • Tak ada

  • 6,702

Arsiiiiip